Dinas PUPR Gali 20 Kolam untuk Penanggulangan Karhutla di Pontianak

Dinas PUPR Gali 20 Kolam untuk Penanggulangan Karhutla di Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hutan terjadi di sejumlah lokasi Kota Pontianak, seperti di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pontianak per 1 Maret 2021 pukul 13.00 WIB, terpantau kualitas udara Particulate Matter (PM) 2,5 dengan angka 411 atau masuk kategori berbahaya. Sedangkan berdasarkan PM10 mencapai angka 261 atau sangat tidak sehat.

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak, antara lain dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak dengan normalisasi parit serta pembuatan kolam air di lokasi rawan karhutla.Saat ini, normalisasi dan pembuatan kolam air itu sudah mulai dilakukan di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.

"Bahkan sampai beberapa hari ini kebakaran masih terus berlangsung dan hujan belum turun, sehingga ketersediaan air semakin menipis, oleh sebab itu kita lakukan normalisasi ini," kata Kapala Dinas PUPR Kota Pontianak Ir Firayanta MT saat ditemui di kantornya, Senin 1 Maret 2021.

Diharapnya, dengan normalisasi parit dan pembuatan kolam air di sekitar lokasi rawan karhutla tersebut dapat menyuplai air kepada pemadam bilamana diperlukan guna pemadaman lahan yang terbakar.

Terdapat 20 titik lokasi kolam air yang terintegrasi dengan parit-parit yang dibuat oleh dinas PUPR menggunakan alat berat. Hal tersebut sesuai dengan arahan dari BPBD Kota Pontianak.

"Atas arahan dari BPBD kita sudah buat 20 kolam untuk sumber air, dan kita mengerahkan 2 ekskavator. Sebenarnya ini bukan normalisasi keseluruhan, namun hanya titik titik lokasi yang rawan kebakaran lahan, agar memudahkan petugas pemadam kebakaran mendapat suplai air," katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Related Post