Dinas PUPR Pontianak Normalisasi Parit
PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai Bangkong Jalan Alianyang, Pontianak. Jejeran truk mengantre membawa lumpur dan sampah dari hasil pengerukan di parit yang mulai dikerjakan pada Senin malam (10/2).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak Firayanta mengatakan bahwa pengerukan lumpur dilakukan pada malam dan siang hari menunggu air surut, sehingga lebih efektif mengangkat lumpur dan sampah di parit. Selain pelaksanaan normalisasi parit primer juga dilalukan pembersihan parit tersier yang dikerjakan secara manual. Pengerjaan ini juga bagian dari pemeliharaan secara berkala yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Pontianak. “Tujuan penggerukan untuk mengurangi genangan air dan memperlancar jalan air apabila musim hujan datang,” ungkapnya.
Firayanta menambahkan, pengerukan parit primer bartahap akan dilakukan di beberapa titik penting. Selain di Parit Sungai Bangkong akan dilanjutkan di Parit Besar segmen parit di jalan Gusti Sulung Lelanang. Beberapa waktu lalu Parit Tokaya segmen Gang Dungun sudah dilakukan pengerukan dan pemasangan beton.
Sedangkan untuk parit tersier yang sudah dikerjakan seperti di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan WR. Supratman, Jalan Suwigyo, Jalan M. Yamin dan Jalan Ahmad Yani sudah dilakukan pengangkatan sampah dan lumpur. Bertahap beberapa drainase lainnya juga akan dikerjakan. “Pemetaan wilayah di beberapa titik yang rawan terjadi genangan menjadi sangat penting. Data tersebut memang sudah dikantongi cuma harus dipelajari kembali agar akurat, takutnya ada beberapa perubahan atau pergeseran di lapangan.” terangnya.
Firayanta mengatakan bahwa ada beberapa titik pada parit primer seperti daerah aliran sungai Parit Tokaya dan Parit Sungai Bangkong yang akan dikeruk mengalami kendala pada bagian hilirnya. Persoalan yang dihadapi kadang lokasi yang sempit sehingga menyulitkan ruang gerak apabila menggunakan alat berat masuk ke lokasi. berbagai metode nantinya akan disimulasikan agar dalam pengerjaannya dirasa aman. “Terjadinya genangan di beberapa titik karena air tersebut mengantre untuk turun menuju parit primer sehingga volume air masuk perlahan untuk mencapai akses ke sungai atau parit.” jelasnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Kota Pontianak Erlando Koranda menambahkan, persoalan yang sering dihadapi dalam melakukan normalisasi parit di Kota Pontianak adalah sedimentasi, penyempitan dan sampah. Memang disetiap kecamatan persoalan yang dihadapi berbeda-beda. Namun yang paling utama adalah persoalan sampah yang dibuang ke dalam saluran air sehingga mengendap.
.jpg)



_1.jpg)
